...
Ini malam keempat dia datang ke bar ini. Berturut-turut, empat malam, dengan teman yang berbeda-beda. Selalu datang ajakan, pun pada malam seperti ini, saat dia hanya ingin melewatkan malam sendirian.
Entah mengapa dia tak pernah bisa menolak ajakan-ajakan itu. Padahal ia tahu, yang akan ia temui adalah hal-hal sebiasa malam sebelumnya. Band dengan lagu yang itu-itu juga yang dia telah hapal urutannya. Lalu lalang orang dengan berlagak gaya namun lama kelamaan toh membosankan jua. Tegur sapa, percakapan, gelak tawa, menguar bersama wangi tequila kegemarannya.
Itu-itu saja, sebenarnya.
Meski sejak awal bulan ini, ada yang berbeda.
...
("Aku, Jacklyn dan Dia", 2006)
