Fiksi semata.

satu lagi sampah di dunia maya. kata, kata, kata. semua cuma kata.

 
...

Dan bila kautanya kapankah aku akan berhenti menunggumu, aku tahu yang kaumaksud adalah: kapankah aku akan berhenti mengganggumu. O, cinta. Putik-putiknya takkan layu meski tak seplastik itu. Tetap 'kan kutaburkan butir-butir kristal sebagai penanda jalan, agar saat malam datang, kilaunya akan tuntun kau mudahkan pulang.

Dan bila kautanya kapankah aku akan berhenti menunggumu, aku tahu jawabku selalu: Takkan. Takkan henti terdera lelah meniti mimpi, pun bila kau menamparku dan bilang semua ini ilusi. Bagiku: ini sejati.

...

("Menunggu", 2006)

This page is powered by Blogger. Isn't yours?